Pragmata: Si “Anak Hilang” Capcom yang Bikin Penasaran Setengah Mati

pragmata

Pragmata: Si “Anak Hilang” Capcom yang Bikin Penasaran Setengah Mati

Kalau kita bicara soal Capcom, yang muncul di kepala pasti Resident Evil, Monster Hunter, atau Street Fighter. Tapi, ada satu nama yang sudah bertahun-tahun “gentayangan” di daftar tunggu para gamer, tapi wujud aslinya masih jadi tanda tanya besar. Namanya Pragmata.

Sejak pertama kali muncul lewat trailer sinematik yang memukau, Pragmata langsung jadi bahan omongan. Temanya futuristik, visualnya gila, tapi nasibnya? Wah, itu cerita lain lagi. Yuk, kita bahas gimana perjalanan game ini dari awal muncul sampai statusnya di tahun 2026 ini.


1. Perkenalan Pertama: Kejutan di Event PlayStation 2020

Semua dimulai pada Juni 2020. Di tengah euforia pengumuman konsol next-gen (PS5), Capcom tiba-tiba ngerilis trailer perdana Pragmata. Visualnya bikin melongo: ada sosok astronot berat yang berjalan di Times Square yang kosong, lalu bertemu dengan seorang anak kecil berambut pirang yang misterius.

Nggak lama kemudian, langit “pecah” dan mereka berdua tersedot ke luar angkasa, mendarat di permukaan bulan sambil menatap bumi. Trailer ini nggak kasih tahu gameplay-nya kayak gimana, tapi atmosfernya kerasa sangat Hideo Kojima-esque—aneh, indah, dan penuh simbolisme.

2. Identitas Game: Sci-Fi yang Beda dari Biasanya

Capcom mendeskripsikan Pragmata sebagai game action-adventure yang mengambil latar belakang masa depan distopia di bulan. Yang bikin orang penasaran adalah hubungan antara si astronot dan anak kecil bernama Diana. Banyak yang berspekulasi kalau game ini bakal punya mekanik escort atau kerja sama tim, mirip-mirip The Last of Us tapi versi luar angkasa.

Capcom juga janji bakal maksimalin teknologi Ray Tracing dan kekuatan konsol terbaru buat bikin pengalaman sci-fi yang bener-bener imersif.

3. Drama Penundaan yang Berulang (Delay After Delay)

Awalnya, Pragmata dijadwalkan rilis tahun 2022. Tapi, tahun 2021 Capcom bikin pengumuman kalau game ini diundur ke 2023. Alih-alih marah, netizen malah gemas karena pengumumannya lewat video pendek Diana yang pegang papan tulisan “Sorry” sambil pasang muka sedih. Siapa yang tega marah kalau digituin?

Masuk ke pertengahan 2023, di ajang Capcom Showcase, mereka akhirnya kasih liat sedikit gameplay (akhirnya!). Kita liat si astronot berantem pakai senjata canggih buat ngelindungin Diana. Tapi di akhir video, ada berita buruk lagi: diundur sampai waktu yang belum ditentukan.

4. Kenapa Begitu Lama?

Capcom itu tipikal perusahaan yang kalau belum “matang” banget, mereka mending nggak ngerilis game-nya sama sekali. Liat aja suksesnya Resident Evil belakangan ini; mereka sangat jaga kualitas.

Gosip di kalangan industri bilang kalau Pragmata sempat mengalami perombakan besar-besaran di tengah jalan (reboot internal). Mereka pengen game ini jadi IP baru yang selevel sama Monster Hunter, jadi mereka nggak mau buru-buru. Mereka butuh waktu buat mastiin mekanik permainannya bener-bener fresh dan nggak cuma jualan grafik doang.

5. Kondisi Sekarang (2026): Masih Menanti Cahaya di Ujung Bulan

Sampai sekarang di tahun 2026, Pragmata masih jadi salah satu game paling ditunggu. Kabar baiknya, nama Pragmata masih sering muncul di laporan keuangan tahunan Capcom, yang artinya proyek ini nggak dibatalkan. Capcom cuma butuh waktu buat “memasak” mahakarya ini.

Banyak fans yang berharap tahun ini bakal ada kejutan besar, mungkin pengumuman tanggal rilis pasti atau demo publik. Spekulasi makin kencang kalau Pragmata bakal jadi game showcase untuk kemampuan konsol versi “Pro” atau teknologi cloud gaming terbaru.


Kesimpulan: Kesabaran yang (Semoga) Membuahkan Hasil

Pragmata adalah bukti kalau bikin IP baru yang ambisius itu nggak gampang. Capcom punya beban berat buat buktiin kalau penantian selama 6 tahun ini berharga. Tapi kalau ngelihat track record mereka beberapa tahun terakhir, rasanya kita boleh sedikit optimis.

Pragmata bukan cuma soal astronot dan anak kecil di bulan; ini adalah pertaruhan Capcom untuk menciptakan standar baru dalam genre sci-fi. Jadi, buat kamu yang masih sabar nunggu, tenang saja, kamu nggak sendirian.

Kira-kira, menurutmu Diana itu manusia asli atau robot ya? Dan apa peran sebenarnya dari astronot itu? Yuk, tulis teori gila kamu di kolom komentar!